Tips Supaya Aktivitas Bercinta Lancar Selama Ramadhan


Bulan Ramadhan bulan yang suci & berlimpah Rahmat dari Ilahi, untuk hubungan suami istri selama bulan ramadhan ini dia Tips Supaya Aktivitas Bercinta Lancar Selama Ramadhan.

Tips bercinta di bulan puasa ramadhan. Ramadan adalah bulan mulia, bulan suci untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Namun, bagi sebagian orang, aktivitas hubungan intim suami istri pada bulan ramhadan
dihindari,

Tips Jitu Untuk Menghadapi Malam Pertama


Ini dia tips Keren Untuk Menghadapi Malam Pertama Untuk Pasangan "Suami Istri"

Berikut tips mempersiapkan malam pertama yang baik.1. Tidak
semua pasangan ingin punya anak dalam hubungan seks perdana. Oleh karena
itu, jika belum ingin punya anak, pakai alat kontrasepsi seperti
kondom, untuk mencegah pembuahan sel telur.2. Jangan berharap
terlalu tinggi. Mungkin Anda merasa sangat bersemangat

Taukah Anda Di mana titik-titik Kelemahan Wanita



Taukah Anda Di mana titik-titik Kelemahan Wanita ??

Wahh Titik-titik Kelemahan Wanita Keingintahuan
adalah sifat alamiah setiap insan. Begitu pula dalam urusan seks.
Hampir semua pria penasaran, sebenarnya di titik mana saja sih.. wanita
bisa `crazy` jika disentuh ? Nah, sebelum Anda melakukan petualangan mencari zona erotik wanita, pastikan Anda berdua dalam kondisi nyaman, bersih dan

Teknik Bercinta Membuat Wanita Orgasme Menggunakan Jari Tangan



Langsung aja gan ini dia Teknik Bercinta Membuat Wanita Orgasme Menggunakan Jari Tangan

Berikut beberapa teknik membuat wanita orgasme menggunakan jari tangan :

1. Teknik penghapus
Klitoris merupakan titik paling tepat untuk merangsang pasangan anda.
Mulailah dari titik tersebut dengan menggunakan jari telunjuk dan jari
tengah anda. Sentuh dengan halus dengan gerakan memutar perlahan.

Teknik Bercinta Teratai Ala Kamasutra



Teknik Bercinta Teratai Ala Kamasutra  ini dia Posisi Seks Teratai Ala Kamasutra.


Teknik Bercinta Ala Kamasutra memang sudah Tersohor sebagai seni bercinta yang tinggi. Karya klasik tentang ketrampilan seks dan seni bercinta ini ditulis pada abad ke 3 Masehi. Kamasutra mengajarkan gaya dan posisi bercinta yang sarat akan seni terlihat dalam beberapa posisi berikut ini:

Teratai Mekar

Posisi

PENTING !!! Perhatikan Waktu Bercinta



PENTING Perhatikan Waktu yang tepat saat Bercinta berikut ini ada beberapa waktu yang tepat untuk bercinta menurut beberapa sumber monggo silahkan di simak gan







06.00-08.00

Wanita: Menurut majalah Men's Life,
pada jam-jam ini, meski wanita sudah terbangun, tapi tubuhnya belum
siap melakukan hubungan seksual. Pada wanita, di saat-saat ini tingkat melatonin
(hormon tidur) masih

Optimalisasi Untuk Hubungan di Ranjang



Ada Ada Saza | Seorang suami yang baik sudah sepantasnya memberikan kepuasan kepada istrinya bukan begitu mas bro ?? disini sedikit akan di jelaskan bebebrapa Tips Untuk Memuaskan Istri Di Ranjang Berikut
kami berikan beberapa tips yang real, dimana ada beberapa
usaha yang mesti Anda lakukan agar dapat mendapat ereksi maksimum. Tips
berikut bisa jadi cara mudah saat Anda bercumbu rayu, dan

Berapa X para orang tua harus berhubungan badan supaya bisa hamil ??


Pernah kah Anda Bayangkan berapa X para orang
tua harus berhubungan badan supaya bisa hamil ?? 

ini dia jawabanya menurut penelitian Untuk mendapatkan anak pertama, para orang
tua harus berhubungan badan rata-rata 104 kali.

Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan
bahwa dalam upaya untuk hamil, pasangan suami-istri rata-rata harus
berusaha selama enam bulan di mana setiap minggunya mereka

Beberapa Alasan Penyebab Pria di Sunat




Beberapa Alasan Penyebab Pria di Sunat  Sunat
atau khitan adalah memotong sebagian atau seluruh kulit selubung kepala
penis (kulup), sehingga kepala penis dapat terbuka.

Berikut adalah alasan mengapa pria disunat:

1. Tradisi Agama

Sunat bagi laki-laki sebelum menginjak pubertas adalah tradisi dalam agama Islam, Yahudi dan sebagian kelompok agama Kristen.

2. Fimosis

Fimosis
terjadi

Masalah Seks Yang selalu dikeluhkan kaum Pria


Masalah Seks Yang selalu dikeluhkan kaum Pria, Untuk yang satu ini mungkin kebanyakan orang dah pada tau tapi apa salahnya memahami kembali.

Tingkat keparahan disfungsi seksual laki-laki tergantung frekuensi
dan dampak psikologis yang ditimbulkannya. Ketika menimbulkan kesulitan
yang nyata, sangat penting untuk menentukan penyebab dan memulihkannya
dengan bantuan ahli yang kompeten.

1.

Obat Alami untuk mengatasi Impoten atau Disfungsi ereksi


Obat Alami untuk mengatasi Impoten atau Disfungsi ereksi



Obat Alami Memang sangat luar biasa misalnya untuk mengatasi Impoten disini kami menyarankan 12 Obat Alami untuk Impoten, Disfungsi ereksi atau impotensi adalah masalah yang mendera banyak
pria dan menimbulkan masalah baik untuk penderitanya maupun pasangannya.
Itulah mengapa obat-obatan seperti Viagra, Levitra dll yang bisa

Pentingnya Posisi Tidur yang Baik Untuk Kesehatan


Pentingnya Posisi Tidur yang Baik Untuk Kesehatan, Seringkali posisi tidur menjadi pertanyaan nah disini sedikit kami jelaskan Posisi Tidur yang Baik Untuk Kesehatan

Tidur miring

Bila Anda merasa nyaman dengan tidur miring, sebaiknya Anda miringkan badan ke arah kanan.
Seperti halnya tidur telungkup, tidur dengan posisi miring ke kiri akan
membebani jantung dengan berat badan Anda. Pada

Cara Alami Memperbesar dan memperpanjang Penis




Cara Alami Memperbesar dan memperpanjang Penis Berikut adalah teknik atau cara memperbesar dan memperpanjang alat kelamin pria atau penis secara alami dan tradisional. Bisa anda lakukan sendiri tanpa bantuan alat yang membahayakan dan tanpa obat perangsang yang bisa menimbulkan effek samping.



Teknik ini sebetulnya sudah dikenal sejak jaman dahulu, konon katanya bahwa orang Sudan dan orang

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Supaya Mr P Tidak Lembek


Hal-hal yang Harus Diperhatikan Supaya Mr P Tidak Lembek. Memiliki Mr P besar dan kencang merupakan impian banyak pria dewasa. Sebagai lambang kejantanan, Mr P begitu berharga ketika mampu memuaskan pasangannya. Namun bagaimana jika Mr P tak mempunyai kemampuan yang baik dalam hal ereksi?



Tak perlu khawatir, cobalah beberapa tip agar membuat Mr P keras ketika ereksi ini. Anda tidak harus

Ini dia Tips Supaya Sperma Oke



arsenault


Ini dia Tips Supaya Sperma Oke. Arsenault yang masih berusia 36 tahun ini dikenal sebagai pendonor sperma paling produktif di dunia dan telah menjadi ayah dari 16 anak. Bahkan ia berkomitmen untuk terus menyumbangkan sperma kuatnya ke lebih dari 100 keluarga. Kini si pendonor sperma terbanyak di dunia itu membagi triknya bagaimana memiliki sperma sehat.



Arsenault yang berasal

Makanan yang berfungsi untuk membangun otot Pria


Makanan yang dapat berfungsi untuk membangun otot. Otot yang kuat dan bagus dapat diperoleh dengan kalori yang memadai, cairan, protein dan latihan fisik untuk memperkuat otot. Minum banyak cairan, makan makanan kaya energi yang tepat bersama dengan latihan fisik dapat membuat pria lebih berotot.



Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American College of Sport Medicine (ACSM), resep

Tips dan Trik Supaya Bisa Orgasme Berkali-kali


Tips dan Trik Supaya Bisa Orgasme Berkali-kali. Meski tidak semua pria beruntung bisa mengalaminya, tetapi ternyata bila mau berlatih pria juga bisa mengalami orgasme berkali-kali layaknya wanita. Ada beberapa latihan yang perlu dilakukan agar pria bisa mengalami multiple orgasme.



Dalam laporan Kingsey diketahui bahwa pria bisa mengalami orgasme ganda (berkali-kali) lebih banyak dibanding

Ramuan Tradisional Unik Bikin Perkasa dan Luar biasa khusus DEWASA


Ramuan Tradisional Unik Bikin Perkasa dan Luar biasa khusus DEWASA. Seks bagi kebanyakan orang tak hanya persoalan kewajiban suami istri saja, namun juga sarana rekreasi dan pembuktian kejantanan suami. Anehnya, tak jarang ditemui para pria yang masih merasa minder dengan kemampuan ranjangnya ataupun ukuran alat vitalnya.



Rasa minder ini agaknya jamak dijumpai. Terbukti dari adanya berbagai

Fakta Unik Tentang Kondom


Fakta Tentang Kondom dilansir dari timesofindia. Meskipun peneliti telah berkali-kali membuktikan bahwa menggunakan kondom merupakan salah satu metode terbaik untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun akhir-akhir efektivitasnya banyak diperdebatkan di berbagai forum.



Selain itu, telah banyak muncul informasi yang salah dan penelitian yang kurang memadai terkait penggunaan,

Cerita Panas Dewasa dengan Tante Tetanggaku

Cerita panas dewasa dengan tante-tante kali ini terjadi begitu saja, untuk mengurut ceritanya dari atas saya sudah lupa bagaimana untuk memulai dan Entah bagaimana cerita panas dengan ibu muda tetangga kos bisa terjadi. Jujur bukan sebuah rencana, namun karena memang sudah takdir bercinta dengan tante seksi ini. Namaku Iful..umur 29 taon, tinggi 168 paras badanku tegap, rambutku lurus dan ukuran vitalku biasa saja normal org Indonesia lah…panjangnya kira2 16 cm dan diameternya aku ggak pernah ukur…berikut ini cerita panas bersama tante sang tetanggaku yang terjadi begitu saja:

Aku tinggal di rumah kost2 an istilahnya rumah berdempet2an neh…ada tetanggaku yg bernama Ibu Tiara, berjilbab umurnya sekitar 33 taon, anaknya dah 3 boo…yang paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg palg kecil umur 1,8 bln, sedangkan suaminya kerjanya di kontraktor (perusahaan) sebagai karyawan saja.

Setiap hari Ibu tiara ini wanita yang memakai jilbab panjang2 sampai ke lengan2nya boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang wanita yag sdh berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya.
Suatu ketika suaminya sdh pergi ke kantor utk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke kantor…

“Iful…”ibu tiara memanggil dari sebelah…karena aku msh malas2 hari ini so aku tidur2an aja di t4 tidurku…”Iful…Iful….” Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya dah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun …
karena mungkin aku yang di panggil tdk segera keluar, maka ibu tiara dng hati2 membuka pintu rumahku dan masuk pelan2 mencari aku…seketika itu juga aku pura2 tutup mataku..dia mencari2 aku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar…
“ohh….” Ujarnya…spontan dia kaget…karena kebiasaan kalo aku tidur tidak pernah pake baju dan hny celana dalam saja…dan pagi itu kontolku sebnarnya lagi tegang…biasa penyakit di pagi hari…(heheheh)

seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kmarku….aku coba mengintip dengan sbelah mataku…oo dia sudah tidak ada “ujarku dalm hati…tapi kira2 tak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarku…smbl tersenyum penuh arti…cukup lama dia perhatikan aku dan stlh itu ibu tiara lngsung balik ke rmhnya.

Besok pagi stlah semuanya tlah tidak ada di rumhnya ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku …sayup2 aku dengar di smpg rmhku yg ada di belkang, spertinya ada yg mencuci pakaian…aku intip di blkang…Ohh ibu tiara sdng mencuci pakaian…namun dia hny memakai daster terusan panjang dan jilbab …krn dasternya yg panjang, maka dasternya basah sampai ke paha…saat aku sdg intip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya serta merta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian…otomatis…saat itu aku melihat ooooohhh….memeknya yg merah dan pahanya yg putih di tumbuhi bulu2 halus…aku langsung berputar otak2 ku ingin rasanya mencicipi memek yg indah dari ibu tiara yg berjilbab ini…

“Maaf ibu tiara…kemarin ibu ada perlu saya “ tanyaku ..mengagetkan ibu tiara dan semerta2 dia lngsung merapikan dasternya tersingkap smpai ke paha…
Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mo minta tolong pasangin lampu di kmar mandi “katanya.
Kalo gitu sekarang aja bu…soalnya sbentar lagi saya mo kerja “sambil mataku melihat dasternya…membayangkan apa yang didalamnya.
Oh iya ..lewat sini saja…Ujarnya..karena memang tipe rmh kost yg aku tempati di belkangnya Cuma di palang kayu dan seng otomatis kegiatan tetangga2 kelihatan di belakang.

Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu tiara membawaku di depan…aku mengikuti di belakang…oohhh…seandainya aku bisa merasakan memek dan pantat ini sekarang” gumamku dlm hati.
“ini lampunya dan kursinya…hati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg tidur”kata Ibu Tiara..

Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci nya, setelah selesai aku lngsg blng “ibu sdh selesai “kataku… kemudian ibu tiara lngsung berdiri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahku…seketika itu aku menangkapnya..ups…oh tanganku mengenai payudaranya yg montok dan tanganku satu lagi mengenai lngsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hny ditutupi daster saja…”maaf Dik Iful…agak licin lantainya”ujarnya tersipu-sipu..Iful tunggu yah ibu bikinin Teh “ujarnya lagi…Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya scr pelan2..saat teh lagi di putar di dlm gelas..langsung aku memeluknya dr blkng…

Iful…apaan2 neh…sentak Ibu Tiara…maaf bu…saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi..”ujarku…Jangan Iful…aku dah punya suami ..”tapi ttp ibu tiara tdk melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya…Iful…jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi jilbabnya…sluurrp…oh..betapa putihnya leher ibu tiara ‘ujarku dlm hati…okhh…iful…hmmm…ibu tiara menggeliat..langsung dia membalik badannya menghadapku..Iful…aku udah bers…saat dia mo ucapin sesuatu..langsung aku cium bibirnya…mmmprh…tak lama dia lngsung meresponku dan lngsung memeluk leherku .mmmmhprpp….bunyi mulutnya dan aku beradu…aku singkapi jilbabnya sedikit saja…sambil tanganku mencoba menggerayangi dadanya…aku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas dadanya…aku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yg putih mulusss…slurp…kujilat dan isap pentilnya….

Iful….ooohhh….ufhhh….”lirihnya …slurrpp….slurp..saa t aku jilat…sepertinya msh ada sedikit air susunya…hmmmm…tambah nikmatnya..slurp..slurp…
Sambil menjilat dan menyedot susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya…tapi tanganku tetap menarik dasternya keatas…karena dari tadi dia tidk pake celana dalam…maka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku…Ohhh…oh…sssshhhh…guma m ibu tiara..kepalaku ku dekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkan…sluruupp….pelan2 kujilati itil dan memeknya…

oh iful…eennakkh…oghu…mmmpphhff…teriaknya pelan…kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri…pelan2 sambil lidahku bermain di memeknya …kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang …namun ibu tiara masih tidak menyadari akan hal itu…pelan2 ku mengangkat dasternya…namun tidak sampai terbuka semuanya..hanya sampai di perutnya saja…dan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranum…mmmppghh…iful…aku…”ujar ibu tiara..kuhisap dalam-dalam lidahnya…slurp…caup…oh ibu sungguh indah bibirmu, memekmu dan semuanya…lirihku..
Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya …kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu tiara di pinggiran meja…tanganku ku mainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknya…ahhh…ufh…oh…Ifulll….i bu udah nggak kuaatttttt…lirih Ibu tiara.
Pelan2 ku pegang kontolku…ku arahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin….dan bleeesssssssssshh….ohhhhh…ufgh hh….Ifulll….Teriak Ibu tiara…sleepep…slepp…. Kontolku ku diamkan sebentar ….

Ibu Tiara sepontan melihat ke wajahku..dan langsung ia menunduk lagi…kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya…mulailah aku memompanya..slep…slep..selp…be lssss….oh memeknya ibu sangat enak….Iful…kontolmu juga sangat besar….rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanya lah nafsu birahinya yang harus dituntaskan….berulang-ulang ku pompa memeknya dengan kontolku….oohh..akhh…Ifull….ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja…ku tusuk memeknya dari belakang bleesssssssss… Ohhhhh….teriak Ibu Tiara…kuhujam sekeras-kerasnya kontolku…tanganku remas2 susunya ….aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus …sleeeepp….sleeps

Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilang…Iful….ibu udah nggak tahan…..sabar bu bentar lagi saya juga……Ujarku…Oh…ohhhh…ufmpghhh …Iful…ibu mau keluarrrr…achhhh……semakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhh…ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami kontolku di dalam memeknya….semakin kupercepat gerakan menusukku…slep….slurp…bleeppp… . oh Ibu aku juga dah mo sampai neh…..cepat Iful…ibu bantu….oho….uhhhhh….ibu tiara menggoyangnya lagi…dan akhirnya Ibu….aku mo keluararrrrr…..sama2 yang Iful….ibu juga mo keluar lagi…teriaknya…dan….Ohhh…ack…. .ahhhhh..aku dan ibu tiara sama –sama keluar…dan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir…
Setelah hening sejenak…ku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan Daster dan jilbabnya…langsung aku minta maaf kepadanya…
Bu..mohon maaf ..Iful khilaf.’kataku.

Tidak apa2 kok iFul…ibu juga yang salah…yang menggoda Iful “ujarnya…
Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerja…setelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaian…tapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi..
Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum …tidak tau apakah ada artinya atau tidak.
Sejak kejadian itu, aku sering menyelinap masuk ke kamar Ibu Tiara untuk meminta jatah yang jelas tanpa sepengetahuan suaminya.

Cerita Panas di Salon Plus-Plus

Keberadaan salon plus-plus memang sudah lama aku dengar namun belum sekalipun aku untuk mencoba bagaimana rasanya salon ++, namun Pada hari Sabtu yang telah kami sepakati dengan teman dia, dan kami janjian ketemu di salon itu jam 13:00. Aku pun meluncur ke salon itu untuk potong rambut, sejenak aku melirik jam tangan, terlihat jam satu kurang beberapa menit saja dan kuputuskan untuk masuk. Seperti halnya salon-salon biasa, suasana salon ini normal tidak ada yang luar biasa dari tata ruangnya serta kegiatannya. Pada pertama kali aku masuk, aku langsung menuju ke tempat meja reception dan di sana aku mengatakan niat untuk potong rambut. Dikatakan oleh wanita cantik yang duduk di balik meja reception agar aku menunggu sebentar sebab sedang sibuk semua.

Sambil menunggu, aku mencoba untuk melihat-lihat sekitar siapa tahu ada temanku, tapi tidak terlihat ada temanku di antara semua orang tersebut. Mungkin dia belum datang, pikirku. Kuakui bahwa hampir semua wanita yang bekerja di salon ini cantik-cantik dan putih dengan postur tubuh yang proporsional dan aduhai. Kalau boleh memperkirakan umur mereka, mereka berumur sekitar 20-30 tahun. Aku jadi teringat dengan omongan temanku, Hanni, bahwa mereka bisa diajak kencan. Namun aku sendiri masih ragu sebab salon ini benar-benar seperti salon pada umumnya.

Setelah beberapa menit menunggu, aku ditegur oleh reception bahwa aku sudah dapat potong rambut sambil menunjuk ke salah satu tempat yang kosong. Aku pun menuju ke arah yang ditentukan. Beberapa detik kemudian seorang wanita muda nan cantik menugur sambil memegang rambutku.
“Mas, rambutnya mau dimodel apa?” katanya sambil melihatku lewat cermin dan tetap memegang rambutku yang sudah agak panjang.
“Mmm… dirapi’in aja Mbak!” kataku pendek.
Lalu seperti halnya di tempat cukur rambut pada umumnya, aku pun diberi penutup pada seluruh tubuhku untuk menghindari potongan-potongan rambut. Beberapa menit pertama begitu kaku dan dingin. Aku yang diam saja dan dia sibuk mulai motong rambutku. Sangat tidak enak rasanya dan aku mencoba untuk mencairkan suasana.
“Mbak… udah lama kerja di sini?” tanyaku.
“Kira-kira sudah enam bulan, Mas… ngomong-ngomong situ baru sekali ya potong di sini?” sambungnya sambil tetap memotong rambut.
“Iya… kemarenan saya lewat jalan ini, terus kok ada salon, ya udah dech, saya potong di sini. Ini juga janjian sama temen, tapi mana ya kok belum datang?” jawabku sedikit berbohong.
“Ooo..” jawabnya singkat dan berkesan cuek.
“Hei…” terdengar suara temanku sambil menepuk pundak.
“Eh… elo baru dateng?” tanyaku.
“Iya nih… tadi di bawah jembatan macet, mmm… gue potong dulu yach..” jawabnya sambil berlalu.

Ngobrol punya ngobrol, akhirnya kami dekat, dan belakangan aku tahu Stella namanya, 22 tahun, dia kost di daerah situ juga, dia orang Manado, dia enam bersaudara dan dia anak ketiga. Kami pun sepakat untuk janjian ketemu di luar pada hari Senin. Untuk pembaca ketahui setiap hari Senin, salon ini tutup. Setelah aku selesai, sambil memberikan tips sekedarnya, aku menanyakan apakah ia mau aku ajak makan. Dia menyanggupi dan ia menulis pada selembar secarik kertas kecil nomor teleponnya. Sambil menunggu Hanni, aku ngobrol dengan Stella, aku sempat diperkenalkan oleh beberapa temannya yang bernama Susi, Icha dan Yana. Ketiganya cantik-cantik tapi Stella tidak kalah cantik dengan mereka baik itu parasnya juga tubuhnya. Susi, ia berambut agak panjang dan pada beberapa bagian rambutnya dicat kuning. Icha, ia agak pendek, tatapannya agak misterius, dadanya sebesar Stella namun karena postur tubuhnya yang agak pendek sehingga payudaranya membuat ngiler semua mata laki-laki untuk menikmatinya. Sedangkan Yana, ia tampak sangat merawat tubuhnya, ia begitu mempesona, lingkar pinggangnya yang sangat ideal dengan tinggi badannya, pantatnya dan dadanya-pun sangat proporsional.

Akhirnya kami ketemu pada hari Senin dan di tempat yang sudah disepakati. Setelah makan siang, kami nonton bioskop, filmnya Jennifer Lopez, The Cell. Wah, cakep sekali ini orang, batinku mengagumi kecantikan Stella yang waktu itu mengenakan kaos ketat berwarna biru muda ditambah dengan rompi yang dikancingkan dan dipadu dengan celana jeans ketat serta sandal yang tebal. Kami serius mengikuti alur cerita film itu, hingga akhirnya semua penonton dikagetkan oleh suatu adegan. Stella tampak kaget, terlihat dari bergetarnya tubuh dia. Entah ada setan apa, secara reflek aku memegang tangan kanannya. Lama sekali aku memegang tangannya dengan sesekali meremasnya dan ia diam saja.

Singkat cerita, aku mengantarkan dia pulang ke kostnya, di tengah jalan Stella memohon kepadaku untuk tidak langsung pulang tapi putar-putar dulu. Kukabulkan permintaannya karena aku sendiri sedang bebas, dan kuputuskan untuk naik tol dan putar-putar kota Jakarta. Sambil menikmati musik, kami saling berdiam diri, hingga akhirnya Stella mengatakan,
“Mmm… Will, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, memang semua ini terlalu cepat, Will… aku suka sama kamu…” katanya pelan tapi pasti.
Seperti disambar petir mendengar kata-katanya, dan secara reflek aku menengok ke kiri melihat dia, tampaknya dia serius dengan apa yang barusan ia katakan. Dia menatap tajam.
“Apa kamu sudah yakin dengan omonganmu yang barusan, Tel?” tanyaku sambil kembali konsentrasi ke jalan.
“Aku nggak tau kenapa bahwa aku merasa kamu nggak kayak laki-laki yang pernah aku kenal, kamu baik, dan kayaknya perhatian and care. Aku nggak mau kalo setelah aku pulang ini, kita nggak bisa ketemu lagi, Will. Aku nggak mau kehilangan kamu,” jawabnya panjang lebar.
“Mmm… kalo aku boleh jujur sich, aku juga suka sama kamu, Tel… tapi kamu mau khan kalo kita nggak pacaran dulu?” tegasku.
“Ok, kalo itu mau kamu, mmm… boleh nggak aku ’sun’ kamu, bukti bahwa aku nggak main-main sama omonganku yang barusan?” tanyanya.

Wah rasanya seperti mau mati, jantungku mau copot, nafas jadi sesak. Edan ini anak, seperti benar-benar! Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali.
“Sekarang?” tanyaku sambil menatap matanya, dan dia menganguk pelan.
“OK, kamu boleh ’sun’ aku,” jawabku sambil kembali ke jalanan.
Beberapa detik kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah “sun” di pipi kiriku. Diberilah sebuah ciuman di pipi kiriku sambil memeluk. Lama sekali ia mencium dan ditempelkannya payudaranya di lengan kiriku. Ooh, empuk sekali, mantap!Payudaranya yang cukup menantang itu sedang menekan lengan kiriku. Edan, enak sekali, aku jadi terangsang nih. Secara otomatis batang kemaluanku pun mengeras. Dengan pelan sekali, Stella berbisik, “Will, aku suka sama kamu,” dan ia kembali mencium pipiku dan tetap menekan payudaranya pada lengan kiriku. Konsentrasiku buyar, sepertinya aku benar-benar sudah terangsang dengan perlakuan Stella, dan beberapa kendaraan yang melaluiku melihat ke arahku menembus kaca filmku yang hanya 50%. “Kamu terangsang ya, Will?” tanyanya pelan dan agak lirih. Aku tidak menjawab. Tangan kirinya mulai mengelus-elus badanku dan mengarah ke bawah. Aku sudah benar-benar terangsang. Sekali lagi Stella berbisik, “Will, aku tau kamu terangsang, boleh nggak aku lihat punyamu? punya kamu besar yach!” aku mengangguk. Dibukalah celana panjangku dengan tangan kirinya, seperti ia agak kesulitan pada saat ingin membuka ikat pinggangku sebab dia hanya menggunakan satu tangan. Aku bantu dia membuka ikat pinggang setelah itu aku kembali memegang setir mobil.

Dielus-elus batang kemaluanku yang sudah keras dari luar. Tidak lama kemudian ditelusupkan telapak kirinya ke dalam dan digenggamlah kemaluanku. “Ooh…” desahku pelan. Sedikit demi sedikit wajahnya bergerak. Pertama, ia cium bibirku dari sebelah kiri lalu turun ke bawah. Ia cium leherku, dan ia sempat berhenti di bagian dadaku, mungkin ia menikmati aroma parfum BULGARI-ku. Ia makin turun dan turun ke bawah. Beberapa kali Stella melakukan gerakan mengocok kemaluanku. Pertama-tama dijilatinya pangkal batang kemaluanku lalu merambat naik ke atas. Ujung lidahnya kini berada pada bagian biji kejantananku. Salah satu tangannya menyelinap di antara belahan pantatku, menyentuh anusku, dan merabanya. Stella melanjutkan perjalanan lidahnya, naik semakin ke atas, perlahan-lahan. Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik, teramat perlahan. Melewati bagian tengah, naik lagi. Ke bagian leher batangku. Kedua tanganku tak kusadari sudah mencengkeram setir mobil. Ujung lidahnya naik lebih ke atas lagi. Pelan-pelan setiap jilatannya kurasakan bagaikan kenikmatan yang tak pernah usai, begitu nikmat, begitu perlahan. Setiap kali kutundukkan wajahku melihat apa yang dilakukannya setiap kali itu pula kulihat Stella masih tetap menjilati kemaluanku dengan penuh nafsu.

Sesaat Stella kulihat melepaskan tangannya dari kemaluanku, ia menyibakkan rambutnya ke samping tiga jarinya kembali menarik bagian bawah batang kemaluanku dengan sedikit memiringkan kepalanya. Stella kemudian mulai menurunkan wajahnya mendekati kepala kejantananku. Ia mulai merekahkan kedua bibirnya, dengan berhati-hati ia memasukkan kepala kemaluanku ke dalam mulutnya tanpa tersentuh sedikitpun oleh giginya. Kemudian bergerak perlahan-lahan semakin jauh hingga di bagian tengah batang kemaluanku. Saat itulah kurasakan kepala kejantananku menyentuh bagian lidahnya. Tubuhku bergetar sesaat dan terdengar suara khas dari mulut Stella. Kedua bibirnya sesaat kemudian merapat. Kurasakan kehangatan yang luar biasa nikmatnya mengguyur sekujur tubuhku. Perlahan-lahan kemudian kepala Stella mulai naik. Bersamaan dengan itu pula kurasakan tangannya menarik turun bagian bawah batang tubuh kejantananku hingga ketika bibir dan lidahnya mencapai di bagian kepala, kurasakan bagian kepala itu semakin sensitif. Begitu sensitifnya hingga bisa kurasakan kenikmatan hisapan dan jilatan Stella begitu merasuk dan menggelitik seluruh urat-urat syaraf yang ada di sana. Kuraba punggungnya dengan tangan kiriku, kuelus dengan lembut lalu mengarah ke bawah. Kudapatkan payudara sebelah kanan. Kubuka telapak tanganku mengikuti bentuk payudaranya yang bulat. Kuremas dengan lembut. Kubuka satu persatu kancing rompinya, dan kembali aku membuka tepak tangan mengikuti bentuk payudaranya. Sambil tetap mengulum, tangan kanannya bergerak menyentuh tanganku, ia tarik baju ketatnya dari selipan celana panjangnya. Dipegangnya tanganku dan diarahkannya ke dalam. Di balik baju ketatnya, aku meremas-remas payudaranya yang masih terbungkus BH. Kuremas satu persatu payudaranya sambil mendesah menikmati kuluman pada kemaluanku.

Kuremas agak kuat dan Stella pun berhenti mengulum sekian detik lamanya. Kuelus-elus kulit dadanya yang agak menyembul dari BH-nya dengan sesekali menyelipkan salah satu jariku di antara payudaranya yang kenyal. “Agh…” desahku menikmati kuluman Stella yang makin cepat. Aku turunkan BH-nya yang menutupi payudara sebelah kanan, aku dapat meraih putingnya yang sudah mengeras. Kupilin dengan lembut. “Ooh… esst…” desahnya melepas kuluman dan terdengar suara akibat melepaskan bibirnya dari kemaluanku. Menjilat, menghisap, naik turun. Ia begitu menikmatinya. Begitu seterusnya berulang-ulang. Aku tak mampu lagi melihat ke bawah. Tubuhku semakin lama semakin melengkung ke belakang kepalaku sudah terdongak ke atas. Kupejamkan mataku. Stella begitu luar biasa melakukannya. Tak sekalipun kurasakan giginya menyentuh kulit kejantananku. Gila, belum pernah aku dihisap seperti ini, pikirku. Pikiranku sudah melayang-layang jauh entah ke mana. Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi. Aku berhenti sejenak meraba payudaranya. Kutengok ke bawah, tangan kanannya menggenggam dengan erat persis di bagian leher batang kemaluanku, dan ia terlihat tersenyum kepadaku. “Kamu luar biasa, Tel,” bisikku sambil menggeleng-gelengkan kepala terkagum-kagum oleh kehebatannya. Stella tersenyum manis dan berkesan manja. “Eh, bisa keluar aku kalo kamu kayak gini terus,” bisikku lagi merasakan genggaman tangannya yang tak kunjung mengendur pada kemaluanku. Stella tersenyum. “Kalo kamu udah nggak pengen keluar, keluarin aja, nggak usah ditahan-tahan,” jawabnya dan setelah itu menjulurkan lidahnya keluar dan mengenai ujung batang kemaluanku. Rupanya ia mengerti aku sedang berjuang untuk menahan ejakulasiku.

“Aaghhh…” desahku agak keras menahan rasa ngilu. Bukan kepalang nikmat yang kurasakan, tubuhnya bergerak tidak karuan, seiring dengan gerakan kepalanya yang naik turun, kedua tangannya tak henti-henti meraba dadaku, terkadang ia memilin kedua puting susuku dengan jarinya, terkadang ia melepaskan kuluman untuk mengambil nafas sejenak lalu melanjutkannya lagi. Semakin lama gerakannya makin cepat. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan ejakulasi. Kualihkan perhatianku dari payudaranya. Aku meraba ke arah bawah. Kubuka kancing celananya. Agak lama kucoba membuka dan akhirnya terlepas juga. Pelan-pelan kuselipkan tangan kiriku di balik celana dalamnya. Aku dapat rasakan rambut kemaluannya tipis. Mungkin dipelihara, pikirku dalam hati. Kuteruskan agak ke bawah. Stella mengubah posisinya. Tadinya ia yang hanya bersangga pada satu sisi pantatnya saja, sekarang ia renggangkan kedua kakinya. Dengan mudah aku dapat menyentuh kemaluannya. Beberapa saat telunjukku bermain-main di bagian atas kemaluannya. Aku naik-turunkan jari telunjukku. Ugh, nikmat sekali nih rasanya, pikirku. Sesekali kumasukkan telunjukku ke dalam lubang kemaluannya. Aku jelajahi setiap milimeter ruangan di dalam kemaluan Stella. Aku temukan sebuah kelentit di dalamnya. Kumainkan klitoris itu dengan telunjukku. Ugh, pegal juga rasanya tangan kiriku. Sejenak kukeluarkan jariku dari dalam. Lalu aku menikmati setiap kuluman Stella. Rasanya sudah beberapa tetes spermaku keluar. Aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya.

Kembali kumasukkan jariku, kali ini dua jari, jari telunjuk dan jari tengahku. Pada saat aku memasukkan kedua jariku, Stella tampak melengkuh dan mendesah pelan. Semakin lama semakin cepat aku mengeluar-masukkan kedua jariku di lubang kemaluannya dan Stella beberapa menghentikan kuluman pada batang kemaluanku sambil tetap memegang batang kemaluanku. Entah sudah berapa orang yang melihat kegiatan kami terutama para supir atau kenek truk yang kami lewati, namun aku tidak peduli. Kenikmatan yang kurasakan saat itu benar-benar membiusku sehingga aku sudah melupakan segala sesuatu. Kembali Stella menjilat, menghisap dan mengulum batang kemaluanku dan entah sudah berapa lama kami melakukan ini. Kutundukkan kepalaku untuk melihat yang sedang dikerjakan Stella pada kemaluanku. Kali ini Stella melakukan dengan penuh kelembutan, ia julurkan lidahnya hingga mengenai ujung kepala kemaluanku lagi. Ia memutar-mutarkan lidahnya tepat di ujung lubang kemaluanku. Sungguh dashyat kenikmatan yang kurasakan. Beberapa kali tubuhku bergetar namun ia tetap pada sikapnya. Sesekali ia masukkan semua batang kemaluanku di dalam mulutnya dan ia mainkan lidahnya di dalam. “Ooh.. Tel… enakk…” desahku sambil melepaskan tangan kiriku dari lubang kemaluannya. Kupegang kepalanya mengikuti gerakan naik turun.

“Stella, aku sudah nggak tahannn…” kataku agak lirih menahan ejakulasi. Namun gerakan Stella makin cepat dan beberapa kali ia buka matanya namun tetap mengulum dan terdengar suara-suara dari dalam mulutnya. “Aaaagghhh…” desahku keras diiringi dengan keluarnya sperma dari dalam batang kemaluanku di dalam mulutnya. Keadaan mobil kami saat itu sedikit tersentak oleh pijakan kaki kananku. Aku menikmati setiap sperma yang keluar dari dalam kemaluanku hingga akhirnya habis. Stella tetap menjilati kemaluanku dengan lidahnya. Dapat kurasakan lidahnya menyapu seluruh bagian kepala kemaluanku. Ugh, nikmat sekali rasanya. Setelah membersihkan seluruh spermaku dengan lidahnya, Stella bergerak ke atas. Kulihat dia, tampak ada beberapa spermaku menempel di sebelah kanan bibirnya dan pipi kirinya. Aku mulai bergerak memperbaiki posisi dudukku, perlahan-lahan. Sambil tetap digenggamnya batang kemaluanku yang sudah lemas, Stella beranjak ke atas melumat bibirku, masih terasa spermaku. Sekian detik kami bercumbu dan aku memejamkan mata. Akhirnya ia merapikan posisinya, ia duduk dan merapikan pakaiannya. Aku pun merapikan pakaianku sekedarnya. Aku kenakan celana panjangku namun tidak kumasukkan kemejaku.

Beberapa hari setelah itu, aku main ke kost Stella dan pada saat itu pula kami mengikat tali kasih. Awal bulan Maret lalu Stella kembali dari Manado setelah 2 minggu ia berada di sana dan ia tidak kembali lagi bekerja di salon itu. Sekarang kami hidup bersama di sebuah tempat di daerah Grogol, sekarang ia diterima sebagai operator di salah satu perusahaan penyedia jasa komunikasi handphone. Sedangkan aku tetap sebagai animator yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah Kedoya tapi aku harus meninggalkan kostku. Setelah kami hidup seatap, Stella mengakui padaku bahwa selama enam bulan ia bekerja di salon itu, ia pernah melayani pelanggannya dan ia mengatakan bahwa semua pekerja yang bekerja di salon itu juga pekerja seks. Stella tidak mengetahui bagaimana asal mulanya. Stella sendiri tidak tahu apakah salon merupakan sebuah kedok atau seks adalah sebuah tambahan. Dia mengatakan bahwa untuk mengajak keluar salah satu karyawati di situ, seseorang harus membayar di muka sebesar Rp 500.000. Rasanya Jakarta hanya milik kami berdua, tiap malam setelah mandi sepulang dari kerja atau setelah makan malam, kami melakukan hubungan seks. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir dan entah kapan kami akan resmi menikah.

Kami sungguh menikmati setiap hari yang akan kami lalui dan telah kami lalui bersama. Aku sungguh tidak peduli dengan asal-usulnya pekerjaan Stella sebab makin hari aku makin terbius oleh kenikmatan seks dan mataku seolah-seolah tertutup oleh rasa sayangku pada dia.

Cerita Panas Dewasa Dengan Perawat

Cerita panas dewasa kali ini adalah cerita panas seks dengan seorang perawat, ceritnya bermula pada waktu aku dirawat di rumah sakit, ada seorang perawat dengan tubuhnya yang sungguh sangat mengoda. Pada suatu pagi perawat yang seksi itu masuk ke ruang dimana aku dirawat, aku sangat terpesona dengan buah pantat padat penuh berisi sehingga aku tak mampu lagi menahan gejolak darah mudahku yang memanas, hingga tanpa sadar tangan kananku menyambar buah pantat perawat yang pada waktu itu sedang membenahi selimutku. Sungguh kepalang tangung, begitu tangan kananku mendarat di permukakan pantat perawat itu aku terus meremas-remas dengan nafsu yang membara, sehinga aku tak mempedulikan lagi sekeliling sampai pada saat perawat itu mengingatkan aku dengan suara yang begitu lembut bahkan sepertinya suara itu mencoba untuk mengoda dan mempermainkan birahi yang sudah tak tertahankan lagi.

"Ssst.. jangan begitu dong, ini kan masih pagi", ucapnya lembut, aku semakin bernafsu apalagi saat posisi tubuh perawat itu sedang membungkukkan dadanya yang memungkinkan aku memandangi buah dada yang merekah serta mempesona sungguh mengemaskan, apalagi dua kancing bajunya terlepas, atau ada kemungkinan sengaja di bukanya.

Setelah perawat itu merapikan selimut yang menutupi tubuhku, dia meninggalkan kamar tampat aku terkapar dan tersiksa oleh nafsu yang memuncak karena tak tersalurkan. Setelah beberapa menit nafsu itu mereda, aku mulai sadar dan merasa malu dengan tingkah lakuku yang sangat memalukan dan tentunya perawat itu sangat tersinggung terhadap perlakuanku yang tidak senonoh terhadapnya.

Paginya aku berniat untuk meminta maaf kepada perawat yang seksi itu, tapi ternyata perawat lain yang bertugas pada pagi itu. Dan ternyata ada perubahan jadwal, aku semakin merasa berdosa karena mungkin disebabkan tingkah laku kurang ajarku terhadap perawat seksi itu, sehingga dia tidak nyaman lagi menunaikan tugasnya sebagai perawat.

Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam, aku bosan melihat TV dan kumatikan saja TV-nya, aku mulai memikirkan suster seksi yang begitu mempesona dan sangat mengairahkan libidoku yang sangat mudah untuk di pancing, tanpa kusadari alat vitalku semakin mengeras dan secara naluri tanganku menyusup ke dalam pakaian yang menempel di badanku, yang sebenarnya sangat longgar dan praktis hanya sekedar menempel saja karena bentuknya seperti daster pendek dengan tali di sisi kanan kirinya. Dan tanganku mulai meremas-remas pusaka kejantananku. Tiba-tiba ujung kepala pusaka kejantananku serasa dibelai-belai dengan lembut oleh orang lain dan, "Hmm... Bisa aku bantu membelai kepala kecilmu ini?", suara itu terdengar sangat lembut dan mengoda, dan ternyata suara lembut itu keluar dari sepasang bibir yang merah merekah milik perawat seksi itu, dan kedatangannya begitu tiba-tiba hingga tidak kusadari kehadirannya.

Sebelum aku mengeluarkan kata dari mulutku, perawat seksi itu menempelkan telunjuknya ke bibirku, sehingga aku tidak mampu berbuat apa-apa lagi selain tidur telentang serta memandangi gadis seksi berseragam perawat itu dengan kaki yang masih di semen dan menggantung.

Perawat itu satu persatu membuka kancing bajunya, lalu di biarkannya seragam itu merambat turun jatuh ke lantai. Buah dada yang mempesona itu tampak samakin mempesona, apalagi setelah penutup dada yang terlihat kecil di banding gumpalan daging mulus yang besar dan berisi, membuat tubuhku semakin bergetar dengan nafsu yang tak mampu kukendalikan lagi.

"Kamu pasti selalu memikirkan aku atau paling tidak berfantasi tentang tubuh ini. Sekarang kamu bisa melihatnya dengan jelas bahkan kamu bisa memegang sekaligus merasakan tubuhku ini." Gadis itu semakin mendekat, hingga tanganku mampu membelai lembut kulit mulus itu.

Perawat tak berseragam itu mencium bibirku dan aku pun tak mau kalah lalu berusaha melumat bibir dan mempermainkan lidahnya, setelah itu kemudian dia naik ke atas tubuhku dengan posisi pantat di atas kepalaku dan kepalanya di atas selangkanganku, dengan lembut dia menyingkap kain yang menutup selangkanganku, karena aku tidak memakai celana dalam sehingga dengan mudahnya perawat itu menelanjangi selangkanganku kemudian dia mengenggam dan meremas-remas hingga pelirku mengeras lalu dia lembutnya menjilati kepala pusakaku yang sudah membengkak itu.

"Ayo dong, mainin juga punyaku", tegur perawat itu di sela-sela kesibukannya. Tanpa pikir panjang lagi aku melepas celana mungil berwarna pink itu lalu kusingkap rambut yang munutupi liang kewanitaannya, kubelai-belai dengan lembut belahan bibir kewanitaan itu dan aku mulai mempermainkannya dengan lidahku, terasa olehku aroma yang nikmat.

"Eest... nikmatnya mmh.. uuh..!" Perawat itu mendesah terdengar sangat erotis sekali. "Aaah... huuh..!" Kurasakan begitu nikmatnya serangan yang ia gencarkan, dengan semangat aku menjulurkan lidahku dalam belahan bibir senggamanya yang mempesona itu, kemudian setelah liang sorganya mulai mengeluarkan cairan kenikmatan, kugigit lembut klitoris di liang kewanitaannya, "Ssst.. hhm.. gitu dong kan nikmat, pintar juga kamu huuu.. esst.." Desah perawat itu di tengah deraian birahi yang mengelora. Setelah beberapa lama kemudian dia turun lalu mengambil sesuatu dari saku seragamnya yang tergeletak di lantai, lalu dia kembali mendekat terus ia menyobek bungkusnya dan ternyata barang itu sebuah kondom, setelah itu dia memakaikan kondom tersebut ke batang kejantananku yang sudah keras dan membengkak.

Kemudian sekarang dia menggambil posisi nangkring di atas selangkanganku, lalu dia berusaha memasukkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, begitu kepala kemaluanku sudah dalam posisi yang tepat dia menghempaskan pantatnya ke bawah sampai seluruh batang pelirku tertelan ke dalam liang kewanitaannya, dengan lembut dia mengangkat pantatnya, lalu menghempaskannya lagi, gerakan itu terus ia lakukan dengan mulutnya tak henti-hentinya mendesah dan terlihat olehku kedua buah dadanya yang montok itu ikut terpantul-pantul naik turun begitu indahnya, aku berusaha meraih buah dada itu kemudian aku meremas-remas sambil kupermainkan putingnya dengan jari-jariku.

Desahan yang saling bertautan terdengar semakin membahana, hingga kurasakan tubuh perawat itu menegang, kemudian kurasakan cairan hangat menyembur di batang kemaluanku yang berada di dalam liang senggamanya dengan dibarengi desahan panjang. Tak lama kemudian kurasakan hormonku mengumpul pada satu tempat lalu tanpa dapat kubendung lagi, kejantananku menyemburkan cairan sperma. Sampailah kami pada puncak kenikmatan yang kami dambakan.

"Hhhm... boleh juga kejantananmu", terlihat air muka perawat itu penuh kepuasan. Setelah dia mengenakan kembali seragamnya tanpa sempat mengenakan pakaian dalamnya ia berlalu keluar ruangan dan meninggalkan celana dalam pink yang masih kugenggam dan batang kemaluanku masih terbungkus kondom dengan sperma di ujungnya, aku sendiri merasakan sisa-sisa kenikmatan yang masih tertinggal dalam diriku.

Cerita Panas Ngentot Dengan Siswi SMU/SMA

Cerita panas dengan anak smu atau cerita panas dengan anak sma tentunya membuat siapa saja yang membaca cerita panas ini ingin merasakan bagaimana sempitnya memek seorang anak smu yang masih perawan, oke langsung saja ceritanya seperti berikut ini:

Suatu hari pas aku sedang turun kelapangan untuk menjaga lahan parkirku, tepatnya ketika para pengunjung sudah banyak pulang dan akupun mau pulang tetapi sayang masih ada beberapa motor lagi yg belum keluar dari tempatku. Terpaksa aku menunggu saja daripada aku sia-siakan sisanya karena lumayan bisa buat beli rokok bila semua dari sisa motor yg belum keluar itu. Tak lama kemudian ada 2 orang Abg masih belia banget dan kutaksir saja mereka berdua masih SMU. Ketika ia mau mengambil motornya, akupun langsung spontan saja pengen mengajaknya ngobrol.

" Sudah mau pulang ya dek ?? " tanyaku
" Hmm.. iya bang, sudah malem nih " katanya
" Belium malem kok, baru pukul setengah 10 nih " katanya
" Iya sih, sebenernya masih awal sih, tapi takut nyokap nyariin " katanya
" Oya ?? anak mama donk kalian " candaku
" Bukan donk.. cuma gak enak aja kalo bohong "
" Udah rin, jangan pulang dulu, kita jalan-jalan lagi aja yuk. Kamu nginap sama aku aja dirumah nenek. Telpon aja mama kamu, bilangin nginap dirumah nenek aku. Nenek udah tidur jam segini. Gak bakalan tahu dia kalo kita pulangnya udah malem. Mau gak? " potong temannya
" Nah.. bener tuh, sayang donk waktu muda gak dihabisin dengan senang-senang. Ikutin aja apa kata temen kamu itu biar nanti kamu gak nyesel dan dapat pengalaman baru " kataku
" Eeehh.. hmmm.. Ntar aku telpon mama dulu ya, kamu tunggu disini dulu " katanya

Anak itu pergi menjauh dari aku dan temannya untuk menelpon mamanya.
" Nama kamu siapa dek? " tanyaku kepada temannya
" Mita bang, yang itu namanya Rini " katanya
" Masih sekolah? " tanyaku
" Iya bang masih SMU, kelas 2 " katanya
" Kalian cuma teman sekelas atau masih sodara? " tanyaku
" Cuma teman sekelas aja sih, tapi udah kayak sodara. " katanya
" Kalian cantik-cantik menurut abang, sudah punya pacar? " tanyaku lagi
" Belum bang, takut sama papa. Gak bakal diizinin sama papa kalo aku pacaran " katanya
" Papa kamu bener sih, tapi kan kalo kamu mau.. kan bisa pacaran sembunyi-sembunyi.. bener gak ? " kataku

Tiba-tiba Rini sudah selesai nelpon mamanya.. datang menghampiri dan memutuskan pembicaraanku dengan Mita.
" Udah Mit, mama ngizinin aku nginap sama kamu. Abis ini mau jalan kemana? " tanyanya
" Kita muter-muter dulu cari tempat yang asyik buat kita nongkrong " kata Mita
" Ya udah, yuk.. Oya nih bang uang parkirnya " kata Rini memberiku uang parkir
" Gak usah dek, ambil aja. Lagian abang perhatiin kalian juga sering datang kemari " katanya
" Oh ya udah, makasih ya bang " katanya langsung menancap gas meninggalkanku

Akupun kembali sendiri menunggu sisa motor yg laen yang belum keluar. Dasar nasib, gara cuma nunggu 5 motor lagi aku harus menunggu 1 jam lebih belum juga keluar. Tak lama kemudian 2 Abg tadi datang lagi kepadaku, sepertinya ada masalah bila aku lihat paras mereka.
" Kok kembali lagi dek? " tanyaku
" Anu bang, kami tadi diikutin beberapa orang tak dikenal. Kami takut, makanya kami kemari lagi mau minta tolong sama abang " kata Rini
" Oh, mana orangnya ? " tanyaku

Tiba-tiba datang 5 buah motor yang dikendarai 5 orang Lelaki sebayaku.
" Oh kalian rupanya? " kataku kepada semua yang datang
" Halo Bang Toyib, sorry bang ganggu nih. Kami mau bersenang-senang dengan mereka dulu bang " kata salah satu dari mereka sambil menunjuk kepada Mita dan Rini
" Mending kalian semua cari yang laen aja " kataku
" Lho kenapa bang? Kami kan tak mengganggu abang " katanya
" Lho semua mau mampus apa di tangan gue? hah ??? " bentakku
" Ja...jangan bang.. ampun deh.. sorry bang.. " katanya
" Eh kalian memang lagi beruntung kenal dengan bang Toyib, kalo nggak kalian pasti kena dengan kami " kata temannya

Akupun secara spontan melayangkan tamparan kemukanya.. " Plaaakkk "
" Woy, udah gue bilang pulang ya pulang. Jangan banyak bacot lo.. beneran mau mampus lo? " bentakku sambil menarik bajunya..
" Ehhh... iii...iiiiya bang.. ampun " katanya dan mereka semua langsung kabur.
" Udah dek, sekarang aman.. kalian boleh pulang. Abang jamin mereka pasti gak akan ngikutin kalian lagi " kataku
" Gak mau bang, kami mau pulang masih takut di ikutin lagi sama mereka " kata Rini
" Iya bang, mereka pasti masih dendam sama kami " kata Mita
" Ya sudah, kalo mau disini ya silahkan sambil nemenin abang parkir. Ntar abis selesai parkir abang anterin kalian pulang " kataku
" Iya bang gpp, kami disini aja deh.. " kata Mita

Setengah jam kemudian parkirku selesai, akupun mengantar mereka pulang. Didalam perjalanan aku sengaja menyuruh mereka jalan duluan dan aku mengikuti mereka dari belakang, ternyata Mita dan Rini benar. Orang orang tak dikenal tadi masih mengikuti mereka. Malah mereka berani menghentikan Mita dan Rini ditengah jalan. Aku langsung saja melaju kearah mereka. Aku parkirkan motorku ditepi jalan dan langsung saja aku mengeluarkan Badik yang kuselipkan didalam jaket dan kutodongkan kesalah satu dari mereka.
" Kalian memang bener-bener mau cari mampus sama gue ya? " kataku sambil menyayat sedikit mukanya
" Bang, jangan bang.. Oke..oke.. kami nyerah dan minta maaf.. " katanya langsung kabur bersama teman-temannya meninggalkan kami.
" Mita, Rini.. udah ayo pulang. Udah gpp.. " kataku dan mereka melanjutkan perjalanan.

Beberapa menit kemudian sampailah kami dirumah nenek Mita.
" Bang, gak masuk sekalian dulu " katanya
" Ah gak usah, gak enak sama orang rumah disini " kataku
" Gpp kok bang, disini memang gak ada orang. Nenek dan kakek gak ada dirumah, mereka nginap ditempat paman. Baru tadi sore nenek nelpon aku. " kata Mita
" Masa? Kalo gitu sih boleh-boleh aja, abang juga mau minta minum sama kamu, abang haus nih " kataku

Kamipun masuk kedalam rumah, Mita langsung mengunci pintu rumahnya.
" Abang nginep disini aja, kami takut bang soalnya gak ada laki-laki dirumah ini yang bisa jagain kami bila kami tidur nanti " kata Mita
" Iya bang, please deh.. " sahut Rini
" Ok lah kalo itu yg kalian mau. Tapi jangan salahkan abang ya kalo tetangga sebelah tahu ada abang nginep disini sama kalian " kataku
" Gpp bang, daripada kami ketakutan disini dengan hal yang tadi. Mendingan ada abang disini, kami bisa merasa lega rasanya " kata Rini

Mitapun langsung kedapur, mengambil air putih untukku.
" Oya mit, aku numpang mandi ya, gerah nih rasanya " kata Rini sambil meninggalkanku sendiri diruang tamu.

Tak lama kemudian Mita datang menghampiriku sambil membawa segelas air putihnya untukku. Aku langsung menerimanya.
" Bang, nanti kalo mau tidur dikamarku aja ya, sama Rini. Kami jadi tenang kalo ada abang yang jagain disamping kami. Mau ya " kata Mita
" Gak usah, diluar aja " kataku
" Mau ya bang, Mita beneran takut bang sejak kejadian tadi " kata Mita
" Iya deh, untung aja kalian sudah kenal dengan abang. Coba kalo gak, gimana nasib kalian hari ini bila bertemu mereka tadi " kataku
" Hehe.. iya bang, makasih. Abang kayaknya preman ya? Kok aku liat mereka semua takut sama abang. Kalo bukan preman, pikirku kenapa mereka harus takut sama abang. Bener gak ? " kata Mita
" Abang bukan preman, kalo preman abang pasti sudah dapat jatah disana sini, ngapain abang harus jaga parkir " kataku
" Tapi kenapa mereka takut sama abang? " tanya Mita
" Ya gak tahu, mungkin aja mereka anggap abang ini seperti preman. Soalnya abang pernah berantem lawan 8 orang, dan salah satu dari mereka tewas ditangan abang. Ya itu dulu, lagian abang sudah menjalani hukuman 2 tahun setengah didalam penjara. Itu karena abang bukan sengaja membunuh melainkan abang membela diri dari pada abang yang mati. Mungkin sejak kejadian itu maka sampailah dari mulut kemulut bahwa abang adalah seorang preman. Padahal kenyataannya, kena pisaupun abang pasti luka dan berdarah. " jelasku kepada Mita
" Bang, jujur aku lihat abang seperti ada yang istimewa dalam diri abang, bukan karena aku telah ditolongin abang tadi. Aku melihat abang adalah sosok yang pantas buatku " kata Mita
" Apa maksud kamu? abang gak ngerti " kataku
" Aku ingin abang mau jadi pacarku, sudah lama aku memperhatikan abang, cuma hari ini adalah hari yang kebetulan kita ketemu dan ngobrol bersama " kata Mita
" Hahaha.. Aneh, begini kenapa abang bilang aneh, pertama kamu belum kenal dengan abang lebih dalam, kedua.. abang ini jelek, lihat aja gigi abang aja ilang satu didepan. Masa kamu suka sama abang sementara masih banyak cowok sebaya kamu yang lebih dari abang " kataku
" Iya bang, tapi entah kenapa hati aku memilih abang. Jujur, aku cari cowok bukan dari parasnya, uangnya atau pekerjaannya. Tapi aku mencari cowok yang bisa jagain aku dari segala gangguan dan aku melihat abang adalah cowok yang aku idam-idamkan " katanya sambil meraih tanganku dan langsung menciumnya

Aku hanya bisa termenung dan tak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba dia menyapaku..
" Bang, kok diam? gak mau ya sama aku " tanyanya
" Bukan begitu, abang lagi berpikir. Abang bingung harus menerima atau tidak, bilang abang menerima kamu, apa kata teman-teman kamu, keluarga kamu namun bila abang tidak menerima kamu berarti abang menyia-nyiakan kesempatan dan abang sendiri memang belum punya pacar dan kebetulan abang memang sedang mancari pacar. Abang tidak menyangka ternyata malah kamu yang bilang duluan sama abang " kataku
" Ya, aku cinta sama abang walau cuma melihat abang dari jauh selama ini. Baru kali ini kita bisa dekat, dan hari ini aku untuk pertama kalinya nembak cowok " katanya
" Oke, abang mau sama kamu dan abang harap kamu gak kecewa bila setelah tau abang itu seperti apa suatu saat nanti " kataku
" Aku siap menerima apapun yang terjadi, kita jalani saja bang " katanya sambil mencium bibirku

Aku langsung mendorongnya, dan Mita pun langsung menggerutu.
" Mita, belum saatnya.. sudah kamu tidur aja " kataku
" Oke.. makasih abangku sayang, Mita pamit tidur. Kalo mau kita tidur bareng sama Rini di kamar, Gpp kok. Nanti aku siapin buat abang " katanya
" Gak usah, abang tidur disofa aja " kataku

Aku perhatikan Mita meninggalkanku, lalu kulihat dari jauh ternyata Rini sudah tidur duluan. Akupun kembali merenungi nasibku hari ini. Akhirnya aku dapat pacar lagi, padahal aku baru putus bulan lalu. Tapi aku benar-benar bingung, kenapa banyak wanita yang ingin menjadi pacarku. Akhirnya akupun terlelap. Entah apa yang terjadi, aku terbangun dari tidurku karena merasa haus. Aku pergi kedapur untuk mengambil air putih, tak sengaja aku melihat kearah kamar mandi, aku melihat Rini sedang buang air kecil karena Rini tidak menutup pintu. Langsung saja gairahku meningkat melihat kejadian itu. Akupun menuju kekamar mandi..
" Ehh bang, maaf lupa ngunci pintu. Tadi aku pikir udah gak ada orang kesini, tadinya aku lihat Mita sudah lelap dan abang pun juga terlelap, makanya gak aku kunci " kata Rini
" Rin.. " kataku langsung memeluk tubuh Rini
" Eh bang, jangan.. " katanya
" Rin.. Hmm.. " kataku sambil meraba Vaginanya
" Bang, jangan... bang " katanya berusaha memberontak dari pelukanku
" Abang mau melakukannya sama kamu rin, abang gak bisa nahan lagi rin, maafin abang " kataku
" Jangan bang, please bang.. " katanya

Aku langsung melepas pakainku semua, lalu buka kaki dan pahanya Rini. Aku menjilati vaginanya sementara Rini terus saja memberontak tetapi tak bersuara yang bisa membuat Mita bangun. Aku tak peduli walupun Mita bangun, aku tetap saja ingin menikmati tubuh Rini.

" Sssstttt... aaahhh.. hmmm " desah Rini

Puas dengan menjilati vagina Rini akupun membuka baju Rini dan menikmati payudara Rini. Putingnya aku hisap secara bergantian dan Rini tak menolak lagi atas perlakuanku terhadapnya.

" Ehhhmmm.. aaahhh bang, sssssttt aaahhh terus bang " katanya

Beberapa menit kemudian setelah puas menjilati tubuh Rini, aku memandu batang penisku ke arah lubang vaginanya. Lalu keterobos saja dan memang sih agak susah tetapi aku berusaha menghujamkannya sampai bisa masuk. Dan akhirnya masuk..

" Awww... aduh, sakit bang.. " kata Rini
" Tahan aja sayang, nikmati saja. Memang beginilah rasanya kalau kamu belum pernah melakukan ini. Nanti juga bakal lain rasanya. Nikmati saja ya " kataku sambil mencium dan melumat bibirnya.

Setelah Rini tak bersuara lagi, aku pelan-pelang memompa vaginanya.

" Aaaahhh.. terus bang, enak bang rasanya udah gak sakit lagi kayak tadi " katanya

Akupun mempercepat gerakanku memompa vaginanya. Akan tetapi aku tidak ingin permainan ini cepat selesai, aku pun mencabut batang penisku dari vaginanya dan kusodorkan kemulutnya.

" Rin, buka mulutmu sayang " kataku
" Gak mau bang, aku geli dan jijik bang " katanya
" Buka aja rin, maukan kamu beri abang kepuasan? Nanti abang pasti akan membalasnya, abang akan memberikanmu kepuasan juga. Please.. " kataku

Rini pelan tapi pasti membuka mulutnya, aku langsung saja menancapkan batang penisku kedalam mulutnya. Ku pandu Rini dengan memegang kepalanya agar mengikuti iramaku.

" Weeekkk, aaahhh... bang sudah ya " katanya
" Ya sudah gpp, kamu buka paha kamu, abang akan beri kamu kepuasan seperti janji abang tadi " kataku

Rini membuka kakinya dan melebarkan pahanya, aku lalu mengecup klitorisnya dan ku jilati hingga Rini mengelinjang, ku gigit sedikit klitorisnya..

" Aww.. aah yeaah ssssttt " desahnya seiring gerak tubuhnya yang mengelinjang sambil tangannya menahan kepalaku. Setelah kurasa cukup aku pun kembali menancapkan batang penisku kedalam lubang vaginanya.

" Aduh, pelan-pelan bang " pintanya

Aku menurutinya dan setelah batang penisku kembali masuk akupun mulai memompa vaginanya dengan gerakan perlahan hingga sedikit demi sedikit kupercepat gerakanku. Rini sudah mulai meracau omongannya dan tak begitu jelas kudengar kata-katanya ditelingaku. Beberapa menit kemudian aku merasa akan mencapai puncak klimaks dan langsung saja aku cabut batang penisku dan kutumpahkan spermaku di pantatnya.

" Ooohhhh yeeeeaaaaahhh Rini.... Ssssttt aaahh yeaahh " kataku

Setelah puas aku melihat cairan spermaku mengalir kebawah mengenai vaginanya dan akhirnya jatuh kelantai. Kupeluk tubuh Rini dan kulumat bibirnya. Lalu kami pun membersihkan diri kami masing-masing dengan air yang ada dikamar mandi. Dan kami pun mengenakan pakain kami masing-masing.

" Rini, terimakasih ya. Abang minta maaf banget sama kamu telah merenggut mahkota kamu " kataku
" Sebenarnya Rini sedih bang, tapi apa yang harus disesali bila semuanya sudah terjadi? Rini juga merasa puas bang, ini pengalaman yang berharga bagi Rini " katanya
" Ya sudah, kamu jangan cerita sama siapapun, termasuk sama Mita ya. Abang gak mau Mita kecewa sama abang " kataku
" Apa maksud abang ? " kata Rini
" Hmm anu.. Mita, Rin.. Abang sudah jadian sama Mita tadi sebelum tidur " kataku
" Bang, aku gimana? " tanya Rini
" Ya, kamu maunya gimana? " kataku
" Aku juga mau jadi pacar abang, aku gak mau disia-siakan setelah kejadian ini " kata Rini
" Ya sudah, kamu juga pacar abang, tapi jangan bilang sama Mita kalo kita juga pacaran ya. Kamu tolongin abang rin, abang gak mau Mita kecewa. Janji ya ? " kataku sambil menunjukkan jari kelingking kedepannya

Rinipun menunjukkan jari kelingkingnya dan menyentuhkan jari kelingkingnya ke jari kelingkingku. Kamipun keluar dari kamar mandi. Rini menuju kamar dan aku kembali tidur disofa. Sejak kejadian itu, aku lebih sering melakukan sex dengan Rini dan Mita sama sekali tak kusentuh sedikitpun. Hubungan itu kami lakukan sampai Rini nyerah kepada Mita dan rela melepasku agar aku kembali kepada Mita. Dan Mita tak pernah tahu aku berpacaran juga dengan sahabatnya. Akhirnya Rini punya pacar baru namun ia masih saja tak bisa melupakanku. Ia masih saja menelpon atau SMS aku untuk bertemu dan melakukan hubungan sex.

Cerita Panas Dewasa Dengan Ipar Sendiri

Cerita panas dewasa kali ini berawal ketika aku dan istriku belum menikah, istriku adalah anak pertama dari empat bersaudara yang tinggal di sebuah kota kecil di daerah Jawa Barat. Adalah Ayu adik kedua istriku yang telah membangkitkan birahi terlarangku, padahal dulu ketika aku sama sekali tidak tertarik melihat Ayu, aku hanya menganggap Ayu sebagai adik sendiri, hingga berkali-kali aku selalu mengusahakan kemampuanku untuk membantu kesusahannya ketika dia sedang berada di Jakarta untuk bersekolah. Namun Ayu kini sudah berubah menjadi seorang gadis yang cukup cantik.

Hari itu adalah hari segalanya dimulai, Dilla (waktu itu kami belum menikah) memberikanku pekerjaan untuk membeli peralatan pendukung computer untuk kantornya (kantor Dilla mempercayakan urusan IT-nya kepadaku) karena kukira akan banyak barang bawaan yang akan aku bawa setelah belanja maka ku ajak Ayu untuk membantuku, dengan memberikan upah tentunya. Seharian aku dan Ayu mengelilingi salah satu komplek pertokoan computer yang ada di Jakarta membuat aku mulai memperhatikannya, baru kusadari Ayu memiliki tubuh yang lumayan indah, walaupun ukuran dadanya tidak terlalu besar namun ukuran pantatnya bisa dibilang cukup bahenol.

Sembari membawa belanjaan, aku lihat hari sudah mulai sore dan kuputuskan untuk segera jalan pulang, dengan badan letih dan capek kami berdua naik kendaraan umum menuju stasiun Senen untuk nantinya kami lanjutkan dengan naik kereta dan syukurlah kami tidak tertinggal kereta seperti yang kutakutkan sebelumnya, didalam kereta yang lumayan penuh kutemukan satu tempat duduk yang masih kosong, ku suruh Ayu untuk duduk dan aku berdiri sementara barang-barang bawaan kami aku taruh diatas Ramp.
 

Perjalanan panjang yang kami tempuh membuat aku memikirkan sebuah ide nakal, Ayu yang terlihat lelah menyenderkan badannya ke senderan kursi kereta yang membuat kausnya menjadi longgar sehingga membuat ku bisa melihat sekaligus menikmati indah payudaranya dari atas, lama kunikmati keindahan payudara yang belum terjamah membuat kontol ku mengeras, ingin rasanya memegang dan meremas-remas payudara Ayu, namun aku terkaget ketika seseorang disebelah aku menawarkan kursinya dan segera berdiri. Kusuruh Ayu bergeser dan aku duduk disebelahnya, “Ayu ngantuk yah?” tanyaku kepada Ayu, “agak sih mas, lemes banget badan Ayu” lalu ku jawab “ya udah kamu senderan di bahu mas aja sini” tanpa menjawab Ayu langsung bersandar di bahu ku, hal tersebut justru membuat ku makin terangsang karena selain bisa melihat payudaranya aku juga bisa merasakan kenyalnya payudara Ayu yang menempel dilenganku yang selama hampir dua jam kunikmati.

Sesampainya di Stasiun aku langsung menelepon Dilla memberitahukan kedatangan kami, namun karena pekerjaan Dilla yang sangat menguras waktu, dia tidak bisa menjemput kami dan memberitahukan untuk menyimpan barang belanjaan kami dirumah saja. Melihat Ayu yang kelelahan aku putuskan untuk naik becak. Sesampainya dirumah aku istirahat sebentar sebari merokok tapi Ayu memutuskan untuk langsung mandi, “jangan lama-lama yah” pintaku kepada Ayu, “iya…” Ayu menjawab, sembari merokok kubayangkan bentuk tubuh Ayu yang kunikmati tadi sembari sedikit-sedikit mengelus-elus kontol ku, tapi sial aku dikagetkan oleh kedua adik Ayu, Danti dan Agus.

Mereka bermaksud ingin meminjam hape ku untuk menelpon ayahnya yang entah dimana, setelah mereka selesai meminjam telepon Danti mengatakan jika mereka harus menyusul ayah dan ibunya di rumah sakit karena ada teman ayahnya yang mengalami kecelakaan, “mas aku sama Agus mau jalan dulu yah, kalo mau makan di dapur ada makanan tuh” kata danti, “ok deh Danti ntar aja mas makannya” kujawab, mereka segera berpamitan dan berangkat. Sembari menghabiskan rokokku terlintas pikiran gila yang mengarahkan ku ke pintu kamar mandi, supaya aman aku agak menjauh dan dengan sedikit berteriak aku berkata, “Ayu udah apa belom?” lalu Ayu menjawab “belum mas, Ayu sakit perut nih”, seperti mendapat lotre pikiranku langsung kegirangan dan segera kuhampiri pintu kamar mandi. “asik…” kataku dalam hati ketika aku menemukan celah kecil diantara gagang pintu, namun sial pemandangan yang kulihat sempat membuatku agak lemas, karena kulihat Ayu sedang jongkok buang air besar, namun kucoba untuk sabar dan tak lama setelah itu kudengar suara gemerecik air yang tandanya Ayu telah selesai buang hajat.

Secepat kilat kuhampiri pintu kamar mandi dan kuintip. “ya tuhan” kataku dalam hati saat melihat indah tubuh Ayu yang tak terbalut apapun, payudaranya yang agak lancip (untuk usia dua puluh tahunan harusnya sudah tidak lancip lagi), memeknya yang ditutupi bulu-bulu halus membuat biarahi ku melonjak tinggi, kuraih kontol ku dan ku usap-usap. Ah nikmatnya jika bisa kunikmati tubuhnya tanpa harus sembunyi-sembunyi. Kembali lagi aku mendapat kesialan, hape ku bergetar, kulihat Dilla menelepon ku dan memintaku untuk menjemputnya, dengan agak menjauh kuangkat hape ku, “ok aku jalan sekarang” kujawab sembari kututup telepon.

“Ayu, mas jalan dulu sebentar, mau jemput kakak kamu” dengan agak kersa kuberitahu Ayu “iya mas, tapi jangan lama-lama…gak ada orang soalnya nih mas, Ayu takut sendirian”, “iya Cuma sebentar kok”. Sesampainya dirumah setelah menjemput Dilla turun hujan lebat, dalam benakku berfikir hujan ini kesialan atau keberuntungan? dengan agak ragu-ragu aku bilang ke Dilla keinginanku untuk menginap saja dan tanpa diduga Dilla berkata “ya udah nginep aja, lagian hujan terus besok juga bos aku minta alat-alatnya dipasang besok” dengan sedikit acting kujawab, “lho kok besok? Bukannya harus malam ini juga pasangnya?” kembali Dilla menjawab “besok aja, khan hari ini malam minggu, emang kamu gak mau malam mingguan sama aku?” lalu kujawab “iya sayang…gitu aja ngambek, emang kamu mau kemana sih? Lagian juga hujan kok” Dilla menjawab “gak usah kemana-mana, tadi aku beli DVD temenin aku nonton aja sampe aku tidur” “siap bos ku sayang” kujawab sembari tersenyum lebar dan membuat Dilla tertawa.

Hape ku kembali bergetar, kulihat ayah Dilla yang menelepon “halo ayah…” kujawab “Fan, kamu besok ada acara gak? Kalo enggak ada acara tolongin ayah bisa gak?” “tolong apa nih yah?” kujawab dengan antusias “kamu mala mini nginep aja, besok agak siangan kita jalan ambil mobil” “ok, ya udah yah saya bisa” aku jawab “ya udah ayah masih dirumah sakit pulangnya kayaknya pagi deh, kamu jagain rumah yah” “ok ayah”, setelah percakapan itu Dilla bertanya dan kujelaskan sembari berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan.

Jam dinding menunjukan pukul tujuh malam, Dilla menagih janji untuk menemaninya nonotn DVD, kutemani Dilla nonton DVD dan Ayu pun ikut serta menonton DVD. Sembari menonton ku sempatkan melihat kemolekan tubuh ayu yang hanya mengenakan daster tipis berwarna putih tanpa bra (terlihat ketika cahaya TV menembus dasternya), posisi duduk ku yang berada di belakang Dilla dan Ayu menguntungkan aku. Setelah film selesai Dilla tanpa banyak bicara langsung nyelonong ke kamar tidur begitu juga Ayu, entah mengapa walaupun tubuhku terasa letih tapi aku tidak bisa tidur, kulihat jam sudah pukul dua dini hari, entah setan dari mana aku langsung berfikir untuk melihat kamar Ayu yang letaknya dibelakang, pelan-pelan kulangkahkan kaki keluar kamar tamu, lalu kulihat pintu kamar Ayu agak terbuka dan terlihat lampu yang masih menyala, kupikir Ayu masih terjaga tetapi setelah kulihat ternyata Ayu sudah terlelap. Kuberanikan diri untuk masuk kedalam kamar.

Kulihat Ayu tidur menyamping kearah pintu dengan bagian bawah daster agak terangkat membuat celana dalamnya sedikit terlihat. Jantungku berdetak sangat keras ketika kucoba mendekatinya dan bertambah keras ketika Ayu mengubah posisinya menjadi terlentang. Kucoba untuk menenangkan diri ku dan kulanjutkan misiku. Setelah kudekati kubuka kancing daster sempai yang terakhir (Ayu memakai daster yang menggunakan kacing tapi tidak sampai bawah, hanya setengah dari daster yang bisa dibuka) hingga terlihat jelas payudaranya, astaga ternyata bentuk gunning kembarnya begitu menggairahkan walaupun tidak terlalu besar, kumainkan putingnya pelan-pelan supaya Ayu tidak terbangun, sembari ku usap-usap putting Ayu, kumainkan juga kontol ku, awalnya hanya ku gesek-gesek dengan tangan tapi lama kelamaan ku buka retseleting ku dan ku keluarkan senjata kebanggaan ku yang ukurannya lumayan besar, sembari memaikna pentil ku kocok kontol ku.

Tidak puas hanya melihat payudara Ayu, ku coba untuk sedikit ngeintip bagian bawahnya, dengan sedikit gugup ku angkat bagian bawah daster sehingga terungkap semua dan kulihat gundukan empuk yang tertutup celana dalam warna pink dengan model menyempit yang membuat jembut Ayu seperti tertarik keluar. Dengan pelan-pelan ku angkat karet pinggang celana dalam Ayu dan menurunkannya sedikit demi sedikit, “astaga sungguh indah memek perawan” “seperti mimpi akhirnya bisa kulihat secara langsung memek Ayu”, pelan tapi pasti ku turunkan celana dalam Ayu sembari sesekali melihat wajahnya, karena aku takut dia terbangun. Kegigihanku membuahkan hasil, celana dalam Ayu telah turun sampai batas dengkul, dengan perasaan agak khawatir kudekatkan wajahku ke memeknya, kucium dan kubuka memeknya sampai itilnya pun terlihat, “memek perawan memang wangi” kuberkata dalam hati sembari kuteruskan tingkahku, kujulurkan lidahku untuk menjilat klitorisnya, “ough…” suara itu keluar dari mulut Ayu dan membuatku sangat ketakutan, tetapi setelah kulihat lagi ternyata dia hanya mengigau.

Kulanjutkan aksiku tapi dengan lebih ekstrim, ku ubah posisi ku menjadi diatas Ayu, dengan setengah jongkok kuarahkan kontol ku kea rah memek ayu, tanpa berniat untuk menjebol ku kocok kontol ku dan dengan dua jari tangan kiri ku buka memek ayu, ku kocok kontol ku sampai klimaks dan crot… crot… crot… kutumpahkan spermaku diatas memek Ayu, puas rasanya mala mini dan sepertinya bisa tidur nyenyak, sembari membereskan sperma diatas memek ayu aku melihat jam dan ternyata sudah pukul tiga. “Mas… Mas… bangun Mas….” Samar-samar kudengar suara perempuan membangunkan ku dan ternyata setelah kulihat ternyata Ayu, dengan agak panik ku bangun dan ku bertanya “Kok Ayu yang banguinin, kak Dilla mana?” “kak Dilla tadi pagi-pagi banget berangkat, katanya ada event di kantor pusat di Jakarta” katanya, “terus yang lain pada kemana” kujawab berharap Ayu tidak menyadari perbuatanku semalam “ayah, ibu, Danti dan Agus juga udah berangkat ke subang, soalnya temennya itu meninggal” “ough, terus ada pesen gak?dari aya atau dari kak Dilla?” kemudian Ayu menjawab sembari berjalan menuju pintu kamar “ada, katanya mas pasang alatnya minggu depan aja, terus kata ayah mas disuruh nunggu ayah pulang” ku jawab “oh gitu yah, ok deh”.

Jujur aku agak malu ketika melihat Ayu, takutnya dia mengetahui apa yang aku lakukan tadi malam, hingga akhirnya hari telah sore dan ayah belum dating juga, ku telpon dan kuberitahu kalau aku harus kembali ke Jakarta, karena besok aku harus kerja. Seminggu berlalu dan bayangan tubuh Ayu selalu melekat di ingatanku, terkadang kugunakan imajenasiku untuk masturbasi. Sesuai janji ku kepada Dilla setiap hari Jumat sore aku berangkat dari Jakarta ke kotanya untuk menghabiskan waktuku dengannya, kugunakan waktu-waktu itu untuk sesekali menikmati keindahan tubuh Ayu yang makin lama semakin menjadi-jadi hingga akhirnya terjadilah sesuatu yang menurut aku sangat gila. Malam itu situasi sesuai dengan keinginan ku, Dilla lembur, ayah, ibu, Danti sedang menghadiri acara tahunan kenaikan sabuk Karate Agus. Ayu seperti biasa tidak menyukai jalan-jalan yang memakan waktu hingga dua hari. Kuawali aksi ku dengan membeli minuman soda (alih-alih traktiran karena aku baru saja gajian) dan martabak.

Minuman yang kubeli sebelumnya telah kucampur dengan minuman beralkohol, kucampur saat Ayu berada didapur. Setelah beberapa lama menikmati minuman yang kucampur tersebut Ayu merasa agak pusing dan mulai berbicara ngaco, kuanggap hal tersebut sebagai kesempatan, dengan kondisi Ayu yang mulai lemah kudekati dan kuraba-raba payudaranya (karena aku ikut minum jadi aku juga agak setengah sadar), mulai ada perlawanan dari Ayu, namun perlawanannya tidak sepadan dengan tenaga ku yang besar, kukulum bibirnya sembari kuremas-remas payudaranya. “mas jangan mas, nanti ketahuan kak Dilla” katanya, “kalo Ayu gk ngmong khan kak Dilla gak tahu” kujawab sembari kulanjutkan mengulum bibirnya “hhmphhh…maaaaassss jangaaaannnnnn….aaaaahhhhh ough” hanya itu yang terucap dari bibir Ayu ketika aku mulai menhisap putting payudaranya dan tanganku pun mulai menyelinap kedalam celana pendek yang digunakannya, kurasakan agak lembab dan semakin basah pada celana dalamnya. “maaaaaasssss aaaahhhhhh….jangaaaaaannnnnn” semakin menggeliat ketika tangan ku memasuki celana dalamnya, kurasakan cairan memeknya mulain terasa, ku tekan-tekan klitorisnya sembari masih menghisap payudaranya.

Perlawanan Ayu mulai berkurang ketika jari ku mulai menggosok-gosok klitorisnya dengan cepat, pantatnya pulai bergoyang mengikuti gosokan-gosokan jariku dan kata-kata yang keluar dari mulutnya sekarang hanya “ough ah uh ah maaaaaasssss ah oh ah”. Pelan-pelan perlawanan Ayu mulain menghilang dan saat itulah ku gendong Ayu kekamar sembari kukulum bibirnya, sesampainya dikamar kurebahkan dia di atas tempat tidur, kulepaskan semua bajunnya, dan ketika aku ingin melepaskan celana dia berkata “mas jangan donk, aku masih perawan…aku takut” ku jawab “gak usah takut gak sakit kok” dengan agak memaksa kujawab. Akhirnya Ayu terlentang tanpa sehelai baju pun, hanya telapak tangan menutupin memeknya dan lengan kirinya menutupi payudaranya, sembari kunikmati keindahan tubuhnya kubuka semua baju ku dan kulihat wajah Ayu agak kemerahan ketika melihat kontol ku yang sudah tegak.

Aku langsung berbaring disampingnya, kurai tangan kirinya ku arahkan ke kontol ku, pertama Ayu agak takut, namun setelah kupaksa akhirnya dia mau, sembari kukulum pentil payudaranya kurasakan kontol ku ditarik kearah depan dan Ayu mengubah posisinya menjadi miring, dengan posisi itu Ayu mulai mengosok-gosok kepala kontol ku yang besar ke liang memeknya, pelan-pelan kurebahkan badan Ayu dan posisi ku sekarang ada diatas Ayu, kubuka kakinya dan kuliha memeknya yang mulai merekah dan basah semakin membuatku terasngsang, tanpa pemanansan dan oral kulanjutkan dengan mengarahkan kontol ku ke arah liang memeknya, “mas jangan dimasukun, Ayu takut hamil mas” Ayu berkata “gak apa-apa, jangan takut” kujawab dengan lembut, sebelum Ayu berkata-kata kepala kontol ku sudah berada didepan lubangnya, sembari berusaha mendorong tubuhku ayu berkata “mas please jangan…aaaahhhhh” kepala kontol ku sudah masuk dan kubiarkan memeknya agar terbiasa menerima kepala kontol ku yang cukup besar di memeknya

“mas sakit mas…aduh aaaahhh” dengan sedikit meracu Ayu berkata, “gak apa-apa nanti juga enak kok” kujawab, pelan-pelan tapi pasti ku goyang agar bisa masuk semua dan ketika mulai bertambah licin langsung kutekan, akhirnya kontolku masuk semua “maaaaaasssss sakitttttt aaaaahhhhh” kata-katanya tidak kuhiraukan, kutahan sebentar sembari menikmati sempitnya memek perawan, pelan-pelan kugoyang dan lama-kelamaan Ayu pun mulai mengikuti irama goyangan ku, merasa kenikmatan Ayu pun mulai meleguh kenikmatan, “oh mas, ah agak kenceng sedikit mas” lalu kujawab “iya sayang…” setelah agak lama ku genjot tubuh Ayu terlihat agak menegang dan dia berkata “maaasssss aku gak tahan…aaaaaaaaahhhhhh” tandanya Ayu klimaks dan mulai bisa menikmati, kucabut dan kusuruh Ayu untuk membalik badannya dan menungging, Ayu pun mengikuti.

Ku sodok kontol ku dari belakang dan Ayu pun sudah tidak merasa kesakitan lagi, sembari kugoyang kulihat ada bercak darah di seprei dan disekita memeknya, ku goyang terus sampai akhirnya kusuruh Ayu untuk kembali ke posisi semula, ku kocok agak keras dan Ayu pun mulai meracu tak karuan, ku pompa dengan kencang dan akhirnya crot… crot… crot… kutumpahkan semua spermaku didalam memeknya, tubuhku langsung ambruk disamping Ayu dan kulihat Ayu menutup mukanya dan terdengar menangis, dengan sedikit rayuan dan pelukan kutenangkan ayu, dan Ayu berjanji tidak akan mengatakan apapun.

Melihat jam sudah menunjukan pukul enam sore kuputuskan untuk mandi dan kuajak serta Ayu, namun didalam kamar mandi birahi ku menjadi naik, dibawah siraman pancuran air Ayu kusuruh jongkok dan ku minta dia untuk menghisap kontol ku, dengan agak kebingungan Ayu memasukan kontol ku kedalam mulutnya, suara erotis yang keluar dari mulutnya dan tetesan sperma yang keluar dari memeknya membuat aku semakin bernafsu, kuangkat dan ku gendong Ayu, kumasukan kontol ku kedalam memeknya dalam keadaan berdiri, ku goyang-goyang dengan keras, kuubah posisi doggy style, kurasakan himpitan dinding memek Ayu semakin mengeras dan tubuh Ayu menegang, kembali Ayu akhirnya orgasme, seiring orgasme yang dialami Ayu kontol ku pun mulai menegang dan siap menyemburkan cairan kenikmatan, kuputuskan untuk kembali mengeluarkan didalam crot… crot… crot… “ah yes” ku berteriak, setelah puas kami selesaikan mandi dan segera berpaiakian karena sebentar lagi Dilla akan kembali. Semenjak itu aku dan Ayu semakin sering ngentot sampai akhirnya aku menikah dengan Dilla dan Ayu mempunyai pacar kami masih sering melakukan tanpa sepengetahuan pasangan kami.